Penerbit Al-Ilmu Menebar Warisan Ilmu Salafush Shalih
22. 02
2007

Mendiamkan Anjing yang Melolong

Ditulis oleh: Penerbit Al-Ilmu - Kategori: Yang Akan Terbit

“Mendiamkan Anjing yang Melolong”
Sebuah Peringatan bagi Umat atas Yusuf bin Abdillah al-Qardhawi

Karya : Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah
Penerjemah : Al Ustadz Abdul Mu’thi al-Maidani

cover.jpg

Siapa yang tak kenal Yusuf al Qardhawi? Mufti negeri Qatar ini telah lama menjadi panutan sebagian kaum muslimin Indonesia. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana sesungguhnya dakwah al Qardawi di mata para ulama ahlussunnah masa ini.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i, seorang ulama ahlussunnah yang tak diragukan lagi kapasitas keilmuannya, adalah salah seorang dari sekian banyak ulama ahlussunnah yang telah menasehati, mengkritik, menjelaskan, dan memperingatkan secara ilmiah tentang penyimpangan Yusuf al-Qardhawi. Di dalam buku ini beliau rahimahullah mengungkap banyak sekali bukti-bukti penyimpangan Yusuf al Qardhawi, kemudian beliau membantah kebatilannya dengan hujjah dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Syaikh Muqbil rahimahullah memberi judul risalah ini, “Iskaatul kalbil ‘aawiy Yusuf bin Abdillah al Qardhawy”, yang sesuai ini akan kami beri judul edisi terjemahan ini insya Allah; “Mendiamkan Anjing yang Melolong”. Ini bukanlah suatu penghinaan yang keji apalagi sebuah fitnah. Namun ini adalah sebuah perumpamaan yang pantas, sebagaimana yang beliau tulis di buku ini.

Berkata Syaikh dalam bukunya :

“Barangkali sebagian hizbiyun (mereka adalah orang-orang yang fanatik kepada golongannya -pent.) akan mengatakan, “Dia seorang alim dari golongan ulama, sedangkan engkau menamakannya ‘Anjing yang Melolong’? Ini perkara yang besar wahai Abu Abdirrahman (=kunyah Syaikh Muqbil -pent.)! Ia seorang alim dari golongan ulama, mufti Qatar!”

Maka kalian dengarlah firman Allah ‘azza wa jalla;

وَاتْلُ عَلَ٠ْهِمْ ٠َبَأَ الَّذِ٠َ آتَ٠ْ٠َاهُ آ٠َاتِ٠َا فَا٠سَلَخَ مِ٠ْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّ٠ْطَا٠ُ فَكَا٠َ مِ٠َ الْغَاوِ٠٠َ
وَلَوْ شِئْ٠َا لَرَفَعْ٠َاهُ بِهَا وَلَـكِ٠َّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِ٠تَحْمِلْ عَلَ٠ْهِ ٠َلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ ٠َلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِ٠٠َ كَذَّبُواْ بِآ٠َاتِ٠َا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ ٠َتَفَكَّرُو٠َ

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” [Al-A’raaf 175-176]

—- selesai kutipan —

Inilah sebuah peringatan bagi umat dari kejahatan da’i-da’i penyeru kebinasaan, yang telah memperdaya umat dari hakikat dakwah mereka. Alhamdulillah, sesungguhnya di sisi kita ada Kitabullah dan as-Sunnah, sehingga tidaklah para ulama menimbang dengan timbangan yang lainnya.

Kami memohon kepada Allah semoga memudahkan kami dalam menerbitkan buku yang sangat penting ini. Buku ini akan diterbitkan insya Allah pada akhir Maret 2007 oleh Penerbit Al-Ilmu.

21. 02
2007

Al Manahil Lafzhiyyah

Ditulis oleh: Penerbit Al-Ilmu - Kategori: Info Buku, Manhaj, Buku Terbaru

Al Manahil Lafzhiyyah

Beragam Ungkapan & Pemahaman dalam Timbangan Syariat.

Al Manahy Lafzhiyyah

Sebagian orang berkata, “Mengoreksi lafzh itu tidak penting, asal hati tetap selamat.” Apakah pernyataan ini benar ? Apa pula hukum ungkapan “Semoga Allah memanjangkan umurmu” atau “Semoga umurmu panjang” ? Bolehkah kita menggunakan ungkapan ‘almarhum’ bagi orang yang telah meninggal ? Bagaimana timbangan syariat terhadap gelar ‘Asy-Syahiid” ?

Pertanyaan-pertanyaan di atas berkaitan dengan beragam ungkapan yang lazim digunakan oleh masyarakat kita. Seringkali ungkapan-ungkapan tersebut diucapkan oleh seseorang tanpa memahmi hukumnya dalam syariat Islam yang begitu sempurna ini.

Oleh karena itu, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsiamin rahimahullah memberikan jawabannya. Beliau juga memberikan penjelasan-penjelasan yang terperinci sesuai dengan timbangan syariat Islam. Karenanya, selamat membaca buku yang cukup penting ini, agar kita tidak terjatuh dalam kesalahan-kesalahan dalam penggunaan lafazh-lafazh tersebut.

Data Buku :

Judul Asli : Al-Manahi Lafzhiyah
Penulis : Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin
Penerbitan Asli : Muasasah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin dan Takhrij dari Maktabah Sunnah, Kairo
Penerjemah : Abu Zaid Resa Gunarsa
Murajaah : Al-Ustadz Ali Basuki
Cetakan : Pertama, Muharram 1428 H/Februari 2007 M
Penerbit : Penerbit Al-Ilmu
Ukuran : 14 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 103
Kertas Isi : HVS 70
Berat : 100 gram
Jumlah Grosir : 3
Diskon Grosir : 30%
Harga : Rp16.000

Buku ini bisa didapatkan secara online di Al-Ilmu.Com

Daftar Isi :

Pertanyaan 1.
Sebagian orang berkata, “Mengoreksi lafazh tidak penting, selama hati tetap selamat”. Apakah perkataan ini benar? 1

Pertanyaan 2.
Apa hukum memakai nama dengan nama-nama ini, Abrar, Malak, Iman, Jibril, Jani? 1

Pertanyaan 3.
Sejauh mana kebenaran ungkapan, “Buatlah perantara antara kamu dan Allah dan buatlah perantara antara kamu dan Rasul?” 1

Pertanyaan 4.
Sebagian penceramah berkata, “Wahai orang-orang yang saya cintai karena Rasulullah”. Sejauh mana kebenaran ungkapan ini? 2
Selengkapnya…

21. 02
2007

Kisah-kisah tentang Ka’bah

Ditulis oleh: Penerbit Al-Ilmu - Kategori: Info Buku, Anak-anak

Kisah-kisah tentang Ka'bah

Assalamu’alaikum adik-adik …
Bagaimana kabarnya ? kakak harapkan kalian semua dalam keadaan baik dan senantiasa dilindungi oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Adik-adik, di buku ini kakak akan menceritakan kepada kalian kisah-kisah tetang Ka’bah. tapi, sebelumnya, tahukah kalian apa itu Ka’bah ?
Ka’bah adalah rumah peribadahan yang dibangun oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam di kota Mekkah. Allah memerintahkan beliau untuk membangunnya, agar manusia beribadah kepada Allah di sana.
Sebagai seorang muslim, ketika shalat kita juga harus menghadap ke arah Ka’bah. Karena itulah Ka’bah disebut sebagai kiblat kaum muslimin. Apabila seorang muslim mampu, dia juga diperintahkan untuk berhaji ke sana.
Nah, buku ini berisi kisah-kisah tentang Ka’bah. Mulai dari pembangunannya oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam, kemudian kisah pasukan bergajah Abrahan yang ingin menghancurkan Ka’bah sampai kisah Khalifah Al-Mahdi bin Manshur dan Imam Malik.
kisah-kisahnya sangat bagus lho. Kakak harapkan kalian tidak hanya terhibur, tapi juga bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah-kisahnya nanti.
Selamat membaca ya, adik-adik …

Daftar Isi :

Kisah Pertama : Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Mendirikan Ka’bah

Kisah Kedua : Raja Yaman yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Kisah Ketiga : Perbaikan Ka’bah dan Peletakan Hajar Aswad

Kisah Keempat : Pemindahan Kiblat ke Ka’bah

Kisah Kelima : Penaklukkan Makkah dan Penghancuran Berhala di Dalam Ka’bah

Kisah Keenam : Keinginan Rasulullah Mengembalikan Ka’bah ke Bangunan Aslinya

Kisah Ketujuh : Ka’bah di Masa Ibnu Zubair dan Khalifah setelahnya

Penutup

Daftar Pustaka

Data Buku :

Penulis : Abu ‘Umar Urwah Al-Bankawy
Murajaah : Al-Ustadz ‘Abdul Haq Al-Bantuli
Cetakan : Pertama, Dzulqa’dah 1427 H/ Desember 2006 M
Penerbit : Penerbit Al-Ilmu
Ukuran : 14 cm x 20 cm
Jumlah Halaman : 40
Berat : 50 gram
Jumlah Grosir : 3
Diskon Grosir : 25%
Harga : Rp7.000

Bisa dibeli secara online melalui Al-Ilmu.Com

Penerbit Al-Ilmu

Nitipuran No.285 Jl.Wates Km.2 Yogyakarta 55182 Telp/Fax:(0274)374046 - Flexy:(0274)7403701 - HP/SMS:081804087741 atau 0817275237